Minggu, 25 Januari 2015

Mengenal karakter perkembangan pada anak usia dini

Perkembangan anak  tentunya akan sangat bergantung pada lingkungan terdekat dari sang anak, tak terkecuali lingkungan keluarga. Maka hal pertama yang harus dilakukan orang tua adalah memahami dan mengenal karakter perkembangan pada anak usia dini, beberapa diantaranya yaitu:

Rasa ingin tahu besar.
Pada anak-anak usia dini, umumnya mempunyai rasa keingintahuan yang besar tentang hal-hal yang ada sekitarnya. Mereka memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan antusias terhadap berbagai hal, terutama mengenai hal-hal yang baru Pada masa balita rasa ingin tahunya ditunjukkan dengan meraih benda-benda kecil yang ada pada jangkauannya kemudian dimasukkan ke mulutnya. Pada tahap ini balita mulai mengeksplorasi bagian tubuhnya dan mengenali anggota tubuh. Kemudian saat usia 3-4 tahun anak-anak senang bermain bongkar pasang segala sesuatu untuk memenuhi rasa keingintahuannya. Anak-anak juga mulai gemar untuk menanyakan semua hal meski masih menggunakan bahasa yang sangat sederhana.

Spontan.
Perilaku dan sikap yang dicerminkan anak itu pada umumnya adalah sikap asli mereka tanpa di rekayasa. Sehingga, sering kita jumpai anak-anak berbicara ceplas-ceplos dan merefleksikan apapun yang ada dalam hati dan pikiran mereka. Dalam melakukan suatu hal, anak-anak melakukannya secara spontan tanpa mempertimbangkan apakah sesuatu itu berbahaya atau tidak bagi dirinya maupun bagi orang lain. Misalnya saat bermain dengan benda-benda tajam, mereka cenderung tidak mau mendengarkan perkataan orang tuanya jika benda yang dimainkannya itu berbahaya. Karenanya anak-anak pada rentang usia dini perlu perhatian dan pengawasan khusus.

Aktif
Anak usia dini lazimnya senang sekali melakukan berbagai aktifitas. Si kecil seolah-olah tidak pernah lelah, tidak pernah merasa bosan, dan tidak pernah berhenti beraktifitas. Mereka selalu ingin tahu, selalu bergerak kesana kemari. Mereka sangat bersemangat untuk mengetahui semua hal di sekitatr mereka. Dan baru berhenti beraktifitas ketika sudah merasa lelah dan akhirnya tertidur.

Karakter yang unik.
Tentunya, karakter yang dimiliki oleh anak berbeda-beda dan mempunyai ciri khas masing-masing. Meskipun mereka mempunyai banyak kesamaan dalam pola umum perkembangan anak usia dini, akan tetapi setiap anak mempunyai kekhasan tersendiri dalam hal bakat, minat, gaya belajar, dan sebagainya. Keunikan ini bisa berasal dari faktor genetis dan juga lingkungan. Untuk itu orang tua perlu menerapkan pendekatan individual dan personal dalam memahami buah hatinya yang berada dalam kategori anak usia dini.

Senang berimajinasi.
Fantasi merupakan kemampuan membentuk tanggapan baru dengan pertolongan tanggapan yang sudah ada. Sedangkan imajinasi adalah kemampuan anak untuk menciptakan obyek atau kejadian tanpa didukung data yang nyata. Anak usia dini sangat suka membayangkan dan mengembangkan berbagai hal jauh melampaui kondisi nyata. Biasanya, mereka suka terhadap hal-hal yang imajinatif, bahkan terkadang mereka dapat menciptakan adanya teman imajiner. Teman imajiner itu bisa berupa orang, benda, atau pun hewan. Atau juga hal-hal lain yang tidak terpikirkan oleh orang dewasa.

Masa potensial untuk belajar

Masa perkembangan pada anak usia dini sering juga disebut sebagai “golden age” atau usia emas. Karena pada rentang usia itu anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat di berbagai aspek. Orang tua perlu memberikan berbagai stimulasi dan arahan yang tepat agar masa peka ini tidak terlewatkan begitu saja. Orang tua dapat mengisi masa-masa usia emas ini dengan hal-hal yang dapat mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Perlu disadari juga oleh orang tua bahwa pada masa tersebut anak-anak senang mempelajari suatu hal, mereka akan bersemangat untuk terus menekuninya dan mereka senang pula melakukan berbagai aktifitas yang membuat sesuatu yang baru dalam dirinya. Misalkan, jika mereka belajar mewarnai dan bernyanyi. Maka mereka akan melakukan hal tersebut berulang-ulang karena merasakan ada perubahan dalam dirinya dari tidak bisa menjadi bisa. Dengan diiringi rasa ingin tahu yang kuat, anak lazimnya senang sekali menjelajah, bermain kesana kemari, mencoret-coret dinding, dan aktifitas eksplorasi lainnya.

Menunjukkan sikap egosentris
Pada usia ini anak memandang segala sesuatu dari sudut pandangnya sendiri. Anak cenderung mengabaikan sudut pandang orang lain. Mereka cenderung memahami dan memperhatikan suatu hal hanya dari sudut pandang kepentingan sendiri saja. Hal itu terlhat dari perilaku anak yang masih suka berebut mainan, menangis atau merengek sampai keinginannya terpenuhi.

Dengan mengetahui karakter perkembangan anak usia dini, terkadang banyak orang tua yang merasa kesulitan untuk memperhatikan dan fokus pada pendidikan anak-anaknya. Akan tetapi orang tua haruslah bersedia untuk berkorban demi kemajuan dan keberhasilan pendidikan anaknya.

Shazana KIds Rumah kedua Buah Hati anda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar